Kisah perjuangan seorang sahabat yang kian dilupakan.....

Suhaib Ar-rumi.............

Suhaib adalah seorang pedagang yang pintar dan cerdas, beliau menjual dengan harta dan jiwanya guna mendapatkan redha Allah SWT, maka diapun mendapatkannya dan berhak mendapatkan penghargaan orang Romawi yang mendapatkan kemenangan dalam Islam, dan berhak seperti yang diriwayatkan dari Rasulullah saw :”Suhaib penakluk negeri Romawi”. (HR. Ibnu Sa’ad).

Kopi Luwak??...Kopi Taik Musang??





Sedang tengok list makananan halal dan haram tiba-tiba terpandang artikel tentang kopi luwak ni..saya xpernah dengar sebelum ini.alangkah terkejutnya saya bila baca rupanya kopi boleh dibuat daripada tahi musang luwak..lalu saya serve internet dan ini maklumat berkenaan kopi luwak..sedapn agaknya tapi Halal ke Haram??Cuba Fikirkan

Sekilas tentang kopi luwak

Kopi Luwak adalah jenis kopi dari biji kopi yang telah dimakan dan melewati saluran pencernaan binatang bernama luwak. Ketenaran dan kemasyhuran kopi luwak ini telah terkenal sampai ke luar negeri. Bahkan di negara USA Amerika Serikat, terdapat kafe atau kedai coffe yang menjual kopi luwak (Civet Coffee) dengan harga yang cukup mahal sumber wikipedia

Kopi ! minuman ekstase berkafein tinggi ini menempati peringkat 2 dunia, satu tingkat di bawah air putih dalam hal konsumsi. Tak kurang dari 1 juta lebih orang peminum setiap harinya, membuat kopi menjadi komoditas utama terbesar ketiga dibawah gas dan minyak bumi. Karena kepopulerannya, tak mengherankan jika ada puluhan, bahkan ratusan jenis varietas baru yang ditemukan secara sengaja ataupun tidak bermunculan dimana mana. Mulai dari yang dikenal dengan kopi Arabica, Yamen Mocha, Java, Oxaca, dll.

sumber:http://kuliner.wongsableng.com/kopi-luwak-kopi-termahal-di-dunia.html

Cara Pembuatan Kopi Luwak

How is kopi kuwak made?
What happens to the coffee beans between when they are on the tree and when they finally become the world's most exclusive beverage?

Coffee Cherries
Kopi luwak begins life as does any other coffee as a small red fruit on a coffee tree.

The Luwak
At this point things change and for reasons known only to the Luwak, the cherry is selected and then eaten by a Luwak.

Natural Kopi Luwak
The cherries that have been eaten come out looking like this!

Individual Beans
The pieces of kopi luwak are then broken down into individual beans that, while they may appear unclean, still retain the pergamino (the thin skin surrounding the coffee bean) which prevents the coffee bean itself from coming into contact with anything else in the stomach of the Luwak.

Drying
At this point the coffee beans have probably only been off the tree for a very short period of time, they are still green and contain too much moisture. They are spread across the ground on top of dark coloured canvas for between 4 and 7 days, depending on the weather. Drying the coffee causes the bean inside to shrink and the outer pergamino to become brittle and crack making it easier to remove.

Dried Beans
After drying for a week, the thin papery pergamino has cracked and the coffee beans inside, quite clearly visible in this image, have dried out and shrunk.

Pounding
As we are still a small cottage industry everything is done by hand.
The dried beans are put into a wooden mortar and pounded with a pestle causing the brittle pergamino to fragment and fall apart.

Chaff
The coffee beans are hard and are unaffected by the pounding whereas the pergamino has completely broken down into dust and chaff which is easily removed through winnowing.

Clean Beans
The beans to the left retain the pergamino while it has already been removed from the beans to the right. Some beans still have a thin fibrous coating that is more difficult to completely remove and is what becomes caught in the chaff collector when the beans are roasted.

Sorting
The final step in obtaining premium quality green kopi luwak beans is manual sorting, a process that is both time consuming and labour intensive. Any beans that are unsuitable for sale or appear irregular are removed by hand so that the beans you purchase are as near to perfect as is humanly (and Luwakly) possible.The Process of Making Kopi Luwak

sumber:http://www.animalcoffee.com/

3 comments:

Anonymous said...

Salam...
Aku dulu pernah juga belajar mengenai Istilah najis , mutanajjis(terkena najis) seingat aku masa darjah 6 tahun 1989.Bab fekah. Memang ada perbezaan nyata diantara kedua-duanya ini.

Najis
Segi Bahasa : Benda-benda kotor dan jijik
Segi Istilah : Kotoran yang menyebabkan tidak sah solat dan ibadat- ibadat lain.

Mutanajjis - Benda yang terkena najis

Jika kopi luwak ni aku boleh kata ianya tergolong dari mutanajjis (terkena najis)kategori najis pertengahan (mutawassitah)
Cara Menyucinya:

-Buangkan najis
-Basuh dengan air mutlak
hingga hilang bau ,rasa
dan warna

Aku ingat pelajaran ini tetapi lupa sumber rujukan kitabnya, maklumlah aku bukan alim untuk mengkaji bahan tak seperti guru aku yang telah menerangkan.(Beliau telah pun meninggal dunia)

Cuma waktu itu aku teringat yang beliau telah memberi satu contoh penerangan mengenai biji buah cempedak yang kita (manusia) tertelan, kemudian keesokkannya harinya telah keluar dari dubur kita sewaktu hendak membuang air besar, syaratnya biji cempedak yang telah keluar itu wajiblah dalam keadaan elok tanpa sebarang kecacatan luarannya (tidak koyak/kemek/pecah dsb).

Hanya perlu dibasuh dengan menghilangkan ain (benda najis) , bau, rasa dan warna..Ia boleh dimasak dan dimakan semula...Dan jika biji ini dicampak ke atas tanah, ianya akan tumbuh menjadi pokok cempedak. Terfikir juga oleh aku, kalau biji ni najis, apabila ianya ditanam/ditabur diatas tanah dan setelah menjadi pokok nanti adakah pokok ini pun dikira najis?

Persoalan mengenai kopi luwak/musang ini juga sama juga ceritanya seperti penerangan diatas selagi ia tidak melibatkan najis2 yang berat (mughallazoh), begitu juga sekiranya duit syiling telah tertelan dalam perut dan kemudian ianya ikut keluar bersama2 dengan najis...Ianya tidak dikira najis dan hanya perlu dibasuh dan boleh digunakan.

Satu lagi aku nak bagi contoh mengenai bab berburu menggunakan anjing. Jika mereka yang tak faham soal fekah ni, pasti meragui status halal binatang hasil buruan ini setelah mana anjing buruan tersebut menggigit bahagian badan binatang buruan...status air liur binatang ini melekat pada badan binatang buruan...pasti jadi najis bukan???..bagaimana pula dengan binatang tu? boleh ke dimakan?...Jawapannya pun telah lama ada.

Jadi pada aku, persoalan kopi luwak yang timbul dan menimbulkan kekeliruan ini telah pun dijawab oleh ulamak2 fekah yang terdahulu. Punca berlakunya kecelaruan ini adalah disebabkan kurangnya kita (termasuk aku) hadir kuliyah agama, mentelaah dan merujuk kembali buku2 fekah lama yang banyak menerangkan isu2 sebegini yang aku yakin MUI bukannlah calang-calang ulama yang boleh kita persendakan.

Anonymous said...

Hah, pandai la kamu menukar haram menjadi halal.
Dalam Quran yg haram tetap haram. Kalau was-was lebih baik di-elakkan.

Nak ikut Quran ke nak ikut kitab2 buatan manusia ditelaahkan oleh manusia?

Anonymous said...

Saudara anonymouos yang ke~1 tu mmg betul pendapat,masa aku belajar fekah pun macam tu jugak.
sbb kalau di fikirkan semua tanaman dan hasil pokok kayu dibuang dari najis binatang.sbb tu ada tanaman buah-buahan disana sini.
kitab-kitab ulamak tu dikaji drpd al-quran.

Post a Comment